Pada kesempatan kali ini kami dipercaya untuk mendesain rumah tinggal milik Bapak Sepdi yang berlokasi di Sleman, Yogyakarta. Lokasi site pada proyek ini berada di area pemukiman dengan arah hadap selatan yang merupakan jalan utama. Kondisi site pada proyek ini merupakan lahan kosong yang terdapat sisa pondasi dari bangunan sebelumnya. Site ini berbentuk persegi panjang yang memanjang ke belakang dengan lebar 10,7 meter dan panjang 43,1 meter. Luasan total pada site ini yaitu 460 meter persegi. Pada lokasi tersebut nantinya akan dibangun rumah 1 lantai yang terdiri dari ruang-ruang sederhana yang sesuai dengan kebutuan klien.
Kebutuhan ruang pada proyek ini meliputi : ruang tamu, ruang keluarga, mushola, dapur, ruang makan, kamar tamu, kamar mandi tamu, 2 kamar utama yang dilengkapi kamar mandi dalam, ruang servis, serta kamar asisten rumah tangga dengan kamar mandi. Hal pertama yang menjadi kesepakatan awal dalam mendesain yaitu bangunan di siteback 12 meter ke belakang dari jalan utama kemudian juga elevasi lantai ditinggikan 110 cm dari permukaan jalan dengan pertimbangan untuk mengantisipasi wacana pelebaran serta penebalan permukaan jalan. Siteback bangunan akan memberikan halaman yang cukup luas yang dapat berfungsi sebagai taman dan carport yang dapat menampung 2 mobil, keuntungan siteback ini juga dapat mengurangi kebisingan dari kendaraan.
Dalam menentukan pola ruang kami menghindari sirkulasi berbentuk lorong dengan dinding masif. Kami mencoba menerapkan solid-void pada pola ruang ini dengan memasukan dua taman indoor. Taman indoor berfungsi untuk memasukan pencahayaan dan penghawaan alami agar terjadi cross ventilasi. Kami sengaja menyisakan ruang pada samping bangunan selebar 1,2 meter untuk sirkulasi penghuni, juga berfungsi sebagai sirkulasi udara dan cahaya agar bangunan dapat “bernafas”.
On this occasion, we were entrusted with designing a residence owned by Mr. Sepdi, which is located in Sleman, Yogyakarta. The location of the site in this project is in a residential area with a south facing direction which is the main road. The condition of the site in this project is empty land which has the remains of the foundation from the previous building. This site is in the form of a rectangle that extends backwards with a width of 10,7 meters and a length of 43,1 meters. The total area of this site is 460 square meters. At that location, a 1-storey house will be built consisting of simple rooms according to the client’s needs.
Space requirements in this project include: living room, family room, prayer room, kitchen, dining room, guest room, guest bathroom, 2 main rooms equipped with ensuite bathrooms, service room, and household assistant’s room with bathroom. The first thing that became the initial agreement in designing was that the building was on a siteback 12 meters back from the main road then the floor elevation was raised 110 cm from the road surface with consideration to anticipate the discourse on widening and thickening the road surface. The building siteback will provide a large enough yard that can function as a park and carport that can accommodate 2 cars, the advantage of this siteback can also reduce noise from vehicles.
In determining the pattern of space, we avoid circulation in the form of aisles with massive walls. We tried to apply a solid-void pattern to this space by including two indoor gardens. The indoor garden functions to include natural lighting and ventilation so that cross ventilation occurs. We deliberately left space on the side of the building 1,2 meters wide for occupant circulation, it also functions as air and light circulation so the building can “breathe”.
Memasuki area bangunan terdapat teras yang berukuran 2×4 meter dengan finishing lantai tegel kunci, kemudian akan bertemu dengan ruang tamu berukuran 4×4 meter dan ruang keluarga dengan ukuran 5×5,5 meter yang dipisahkan oleh partisi. Ruangan ini berdekatan untuk menunjang kebutuhan ruang yang luas jika penghuni mengadakan acara. Setelah ruang keluarga terdapat taman indoor berukuran 2,5×3,5 meter dengan bukan-bukaan yang cukup lebar, kemudian setelah taman terdapat fungsi mushola yang dipisahkan oleh dinding roster, di timur mushola juga terdapat taman dengan bukaan lebar yang juga berfungsi sebagai void yang nantinya sebagai view kamar tamu.
Penerapan dinding roster pada area mushola bertujuan untuk memasukan udara sampai ke dalam fungsi ruang dapur dan ruang makan yang berada di area belakang. Area dapur dan ruang makan berada di area yang sama dengan view taman belakang. Area kamar-kamar berada di satu garis yang sama, kamar utama 1 berukuran 4×5 meter berada di area depan yang berdekatan dengan ruang tamu dan ruang keluarga dengan view taman depan. Kamar tamu berukuran 4×3,5 meter berada di area tengah dengan view taman indoor. Kamar utama 2 berada di area belakang dengan view taman belakang dan terdapat teras dengan lebar 2 meter sebagai ruang santai. Pada area belakang terdapat fungsi ruang servis meliputi ruang ART, ruang cuci dan gudang, ruang-ruang tersebut berada disatu area yang sama dengan dapur.
Selubung fasad pada rumah ini menerapkan material-material alami. Pada area depan terdapat pagar setinggi 2 meter dengan finishing dinding batu alam putih yang diatasnya terdapat elemen vegetasi berupa tanaman lee kwan yew dan tanaman lantana. Pintu pagar menggunakan material besi expanded dengan
frame besi hollow agar tidak terkesan masif dan tertutup. Terdapat kanopi berukuran 4×6 meter dengan material besi hollow difinishing dengan lambersering motif kayu. Dinding area teras diselimuti oleh material travertine untuk memberikan kesan elegan. Di area bidang yang sama terdapat kisi-kisi kayu yang menyelimuti dinding kamar utama. Kemudian di atas kusen terdapat profilan yang berfungsi untuk menyembunyikan ambient lighting dari led strip. Terdapat topi-topi yang cukup panjang dengan ketinggian yang sama dengan plafon teras berfinishing ambersering motif kayu yang bertujuan untuk memberikan kesan alami namun juga modern.
Pada area bangunan depan menggunakan atap limasan untuk memberikan kesan kokoh dan kontekstual dengan lingkungan sekitar. Berbeda areabangunan belakang yang menggunakan atap pelana dengan pertimbangan menghindari talang beton untuk meminimalisir maintenace. Atap limasan dan atap pelana dipisahkan oleh atap dak yang berada di atas mushola, fungsi atap dak tersebut untuk meletakan tandon air. Terdapat atap transparan dengan kisi-kisi kayu diantara mushola dan taman untuk memasukan cahaya pada area dapur dan ruang makan.
Entering the building area, there is a terrace measuring 2×4 meters with a finishing floor of key tiles, then it will meet a living room measuring 4×4 meters and a family room measuring 5×5.5 meters which are separated by a partition. This room is adjacent to support the need for a large space if residents hold events. After the family room there is an indoor garden measuring 2.5 x 3.5 meters with wide openings, then after the garden there is a prayer room which is separated by a roster wall, to the east of the prayer room there is also a garden with wide openings which also functions as a void which will later act as a guest room view.
The application of roster walls in the prayer room area aims to allow air to enter the function of the kitchen and dining room which are in the back area. The kitchen and dining area are in the same area with the rear garden view. The areas of the rooms are on the same line, main room 1 measuring 4×5 meters is in the front area adjacent to the living room and family room with a front garden view. The 4×3.5 meter guest room is located in the central area with a view of the indoor garden. Main bedroom 2 is in the back area with a view of the rear garden and there is a terrace with a width of 2 meters as a relaxing room. In the back area there is a service room function including the household members’ room, laundry room and warehouse, these rooms are in the same area as the kitchen.
The facade covering of this house uses natural materials. In the front area there is a 2 meter high fence finished with white natural stone walls topped with vegetation elements in the form of lee kwan yew plants and lantana plants. The gate uses expanded iron material with a hollow iron frame so it doesn’t seem massive and closed. There is a canopy measuring 4 x 6 meters with hollow iron material finished with lambers often with wood motifs. The walls of the terrace area are covered with travertine material to give an elegant impression. In the same plane area there is a wooden lattice covering the walls of the main bedroom. Then on the sill there is profilan which serves to hide the ambient lighting from the LED strip. There are long enough hats with the same height as the terrace ceiling finished with lambers, often with wood motifs which aim to give a natural but also modern impression.
The front building area uses a pyramid roof to give a strong and contextual impression with the surrounding environment. In contrast, the rear building area uses a gable roof with the consideration of avoiding concrete gutters to minimize maintenance. The pyramid roof and the gable roof are separated by a non-tile roof which is above the prayer room, the function of the roof is not to place a water reservoir. There is a transparent roof with wooden latticework between the prayer room and the garden to allow light to enter the kitchen and dining area.
