Musola Joglo Bapak Warndo – Sukoharjo
Musola Joglo Bapak Warndo – Sukoharjo
Arsigriya Arsitek_Arsitek Sukoharjo_Desain Mushola Joglo_Bapak Warndo_1
Arsigriya Arsitek_Arsitek Sukoharjo_Desain Mushola Joglo_Bapak Warndo_2
Arsigriya Arsitek_Arsitek Sukoharjo_Desain Mushola Joglo_Bapak Warndo_3
Arsigriya Arsitek_Arsitek Sukoharjo_Desain Mushola Joglo_Bapak Warndo_4
Arsigriya Arsitek_Arsitek Sukoharjo_Desain Mushola Joglo_Bapak Warndo_5

Proyek kali ini merupakan bangunan Musholla milik Bapak Warndro yang berlokasi di Sukoharjo, Jawa Tengah. Musholla ini dibangun di atas lahan seluas 360 m2. Kebutuhan ruang yang diinginkan klien antara lain ruang sholat dan mihrab, kamar mandi, ruang wudhu, dan ruang parkir sepeda.

Bangunan utama musholla berada di Barat-Utara lahan dengan luasan ruang utama (ruang sholat) berukuran 9m x 9m dan ruang imam (mihrab) berukuran 2,5m x 3m. Sisi kanan dan kiri musholla terdapat serambi kecil selebar 1 m dan tangga.Bangunan utama musholla berada di Barat-Utara lahan dengan luasan ruang utama (ruang sholat) berukuran 9m x 9m dan ruang imam (mihrab) berukuran 2,5m x 3m. Sisi kanan dan kiri musholla terdapat serambi kecil selebar 1 m dan tangga.
Ruang wudhu serta kamar mandi berada di sebelah timur laut lahan. Kamar mandi dan toilet dibedakan menjadi 2 zona, kamar mandi dan area wudhu perempuan merupakan area tertutup di bagian timur, sedangkan ruang wudhu jamaah laki-laki berupa area terbuka di sebelah barat kamar mandi. Terdapat washtafel serta cermin di sebelah selatan dari kamar mandi jamaah putri.

Ruang parkir sepeda berada di sebelah tenggara dari lahan yang memuat sekitar 8 sepeda atau motor. Ruang parkir sepeda dibangun dengan struktur kayu dan atap berbentuk pergola dengan penutup dari material kaca.
Musholla ini didesain dengan konsep bangunan adat Jawa Tengah atau konsep Joglo. Hampir keseluruhan struktur mulai dari kolom, balok, saka guru, tumpang sari, serta struktur atap menggunakan material kayu.
Material penutup dinding serta kusen pintu dan jendela juga berbahan kayu. Di atas kusen pintu dan jendela terdapat ukiran bergaya Jawa yang semakin menambah kesan etnik bangunan. 

Jendela menggunakan kombinasi jendela kaca hidup dan jendela kisi-kisi. Bangunan musholla ini didesain dengan memperhatikan penghawaan alami dan pencahayaan yang baik, antara lain menggunakan banyak bukaan yakni jendela hidup dan lubang kisi-kisi hampir di semua sisi bangunan. Pada bagian bawah dari atap susun kedua pun terdapat jendela kaca yang dapat dibuka sebagai jalur sirkulasi udara sehingga dapat membuat suhu udara di dalam musholla terasa sejuk. Selain sebagai jalur penghawaan alami, jendela kaca hidup juga berfungsi untuk mengoptimalkan pencahayaan alami untuk masuk ke dalam bangunan musholla.

This project is a Musholla building owned by Mr. Warndro which is located in Sukoharjo, Central Java. This mosque was built on an area of ​​360 m2. The space requirements that the client wants include prayer rooms and mihrab, bathrooms, ablution rooms, and bicycle parking spaces.

The main building of the prayer room is located in the North-West of the land with an area of ​​​​the main room (prayer room) measuring 9m x 9m and the imam’s room (mihrab) measuring 2.5m x 3m. The right and left sides of the prayer room have a small veranda 1 m wide and stairs. The main building of the prayer room is located in the North-West of the land with the main room (prayer room) measuring 9m x 9m and the imam’s room (mihrab) measuring 2.5m x 3m. The right and left sides of the prayer room have a small 1 m wide porch and stairs.
The ablution room and bathroom are in the northeast of the land. The bathroom and toilet are divided into 2 zones, the bathroom and the women’s ablution area are a closed area in the east, while the ablution room for men is an open area to the west of the bathroom. There is a sink and mirror to the south of the female congregation’s bathroom.

The bicycle parking space is in the southeast of the land which can accommodate about 8 bicycles or motorbikes. The bicycle parking space is built with a wooden structure and a pergola-shaped roof with a glass cover.
This mosque is designed with the concept of a Central Javanese traditional building or the Joglo concept. Almost the entire structure, starting from the columns, beams, saka guru, intercropping, as well as the roof structure uses wood materials.
Wall coverings and door and window frames are also made of wood. Above the door and window frames, there are Javanese-style carvings that further add to the ethnic impression of the building.

The windows use a combination of living glass windows and lattice windows. This musholla building is designed by taking into account natural ventilation and good lighting, including using many openings, namely living windows and lattice holes on almost all sides of the building. At the bottom of the second roof, there is also a glass window that can be opened as an air circulation path so that the air temperature inside the prayer room feels cool. Aside from being a natural ventilation path, living glass windows also function to optimize natural lighting to enter the prayer room building.