Mengapa Generasi Milenial Lebih Memilih Rumah Minimalis?
Mengapa Generasi Milenial Lebih Memilih Rumah Minimalis?

Setiap orang memiliki hunian idamannya masing – masing, seperti memiliki rumah dengan kolam renang sendiri, memiliki tempat tinggal di pegunungan, memiliki desain seperti rumah tradisional, dan lain sebagainya. Begitu juga generasi milenial, tentunya juga memiliki pilihan sendiri atau keinginan pribadi. Tetapi menjadi pertanyaan mengapa cenderung pada konsep minimalis.

Rumah minimalis sendiri adalah sebuah konsep hunian untuk memaksimalkan ruang yang terbatas, namun mampu mengoptimalkan berbagai fungsinya. Contoh paling sederhananya adalah apabila kamar hanya diperuntukkan sebagai tempat tidur saja, maka dengan luas sama, diubah menjadi beberapa fungsi, seperti tempat kerja dan tempat istirahat.

Alasan Menyukai Konsep Hunian Minimalis

Milenial tidak serta merta mengikuti tren saja dalam memilih tempat tinggalnya, kemapanan dalam berpikir serta mengambil keputusan, membuat mereka mempertimbangkan secara matang pilihannya. Dengan demikian ada alasan logis dibalik kesukaannya tersebut. Biasanya sebabnya berhubungan dengan finansial dan estetika. Generasi ini sangat menghargai hal berbau seni.

1.     Hemat ruang dan biaya

Salah satu kendala dalam memiliki rumah tiap tahunnya adalah semakin mahalnya harga tanahnya. Kalaupun harus membeli jadi, harganya juga selangit. Karenanya harus mampu memanfaatkan ruang atau lahan terbatas untuk menunjang kehidupan di rumah. Kebutuhan ini menjadi pendorong utama generasi muda memilih hunian tersebut.

2.     Mengoptimalkan fungsi

Kebanyakan generasi milenial lebih memilih bekerja dibandingkan bersantai – santai di rumah. Selain memanfaatkan masa mudanya untuk mengambil berbagai ilmu dan pengalaman, juga mempersiapkan untuk kehidupan anak serta di masa tuanya. Karenanya tentunya tidak banyak kebutuhan di rumah selain tempat berkumpul, makan, dan istirahat.

3.     Mengalokasikan untuk investasi

Ciri khas yang tidak muncul di generasi sebelumnya adalah adanya kesadaran investasi, paling tinggi adalah menabung. Kemudahan teknologi, berbagai marketplace, dan sosialisasi dari berbagai influencer mendorong para anak muda memperhatikan perencanaan finansialnya. Dengan menghemat biaya rumah, bisa melakukan investasi lebih banyak.

Tentunya permasalahan tempat tinggal adalah dikembalikan pada masing – masing orang. Mungkin desain sederhana padat fungsi cocok untuk anak muda, tetapi bagi keluarga besar dengan 3 anak mungkin tidak cocok. Mengingat mereka membutuhkan ruangan luas untuk aktivitas dan menyimpan berbagai keperluan bersama.

 

 

 

Deskripsi : Setiap orang memiliki hunian idamannya masing – masing, seperti memiliki rumah dengan kolam renang sendiri, memiliki tempat tinggal di pegunungan, memiliki desain seperti rumah tradisional, dan lain sebagainya.