Arsigriya Arsitek — Jasa Desain Banten
Merancang Kawasan Pesantren
Kepercayaan Bapak Budi kepada Arsigriya — Kabupaten Lebak, Banten
Merancang Ekosistem, Bukan Sekadar Bangunan
Ada kebanggaan tersendiri ketika Arsigriya dipercaya untuk merancang sebuah kawasan pesantren di Kabupaten Lebak, Banten, milik Bapak Budi. Sebagai jasa desain arsitek pesantren, kami memahami bahwa merancang pesantren bukan sekadar membangun gedung sekolah maupun asrama — melainkan merancang sebuah ekosistem: tempat santri belajar, tinggal, beribadah, dan tumbuh menjadi pribadi yang berilmu dan berakhlak, dalam satu tarikan napas arsitektur yang utuh.
Membaca Kebutuhan
Merancang Kawasan
Brief dari Bapak Budi sederhana namun berbobot: sebuah pesantren yang berwibawa sebagai identitas kelembagaan, nyaman sebagai tempat tinggal ratusan santri, dan tetap membumi dengan nilai-nilai lokal Banten serta budaya Nusantara. Dari sinilah tim Arsigriya menyusun sebuah masterplan kawasan yang terdiri dari gerbang utama, bangunan induk (pendopo/aula), kompleks asrama santri putra dan putri, hingga area penunjang seperti kolam dan taman.
Kawasan Pesantren
Kawasan Pesantren
Desain Lengkap dan Siap Bangun
Arsitek Berlisensi dan Memiliki STRA
Jasa Arsitek Banten
Analisis Desain – Empat Lapis Ruang, Satu Kawasan
01
Gapura sebagai Wajah Pertama Pesantren
Bangunan gerbang menjadi elemen pertama yang menyambut siapa pun yang datang. Kami merancangnya sebagai gapura dua lantai dengan atap joglo bersusun, dilengkapi lorong drop-off yang lebar di tengahnya — cukup megah untuk mencerminkan wibawa institusi pendidikan, namun tetap hangat lewat material kayu jati, ukiran khas Nusantara, serta pasangan bata ekspos di kaki bangunan. Kaligrafi dan papan nama kelembagaan ditempatkan pada panel krawangan tembus cahaya di area emperan, menjadikan gapura ini sekaligus penanda identitas dan penanda arah bagi seluruh kawasan.
02
Bangunan Induk dengan Atap Tajug
Jantung dari kawasan ini adalah bangunan utama berbentuk pendopo dengan atap tajug menjulang — bentuk atap yang secara tradisional digunakan pada bangunan-bangunan sakral dan penting di arsitektur Jawa serta Banten. Bentuknya yang meruncing ke atas memberi kesan agung sekaligus filosofis, seolah mengarahkan pandangan dan niat ke atas. Serambi keliling yang terbuka dengan deretan kolom kayu memungkinkan sirkulasi udara alami dan menciptakan ruang transisi teduh — strategi desain tropis yang relevan untuk iklim Banten yang lembap.
03
Asrama sebagai Rumah Kedua Santri
Bangunan asrama dirancang dua lantai dengan fasad kayu berukir dan panel anyaman (kerawangan) yang berfungsi ganda: estetika sekaligus ventilasi silang untuk kenyamanan termal ruang tidur santri. Warna kayu gelap dengan aksen jendela hangat memberi karakter berbeda dari bangunan utama, namun tetap satu bahasa desain lewat detail atap limasan bertumpuk dan lisplang berukir. Podium beton pada kaki bangunan mengangkat bangunan dari permukaan tanah, menegaskan kesan “rumah panggung” yang akrab dengan arsitektur tradisional Nusantara.
04
Ruang Terbuka sebagai Ruang Belajar
Halaman-halaman berundak dengan paving batu alam, taman tropis, hingga kolam renang di sisi bangunan bukan sekadar elemen lansekap pelengkap. Ruang-ruang ini dirancang sebagai perpanjangan ruang belajar — tempat santri berkumpul, membaca, dan berdiskusi di luar kelas, sebagaimana terlihat dari suasana keseharian santri yang menjadikan tangga dan halaman sebagai ruang sosial informal. Pencahayaan lanskap yang hangat di malam hari turut memperkuat rasa aman dan nyaman di seluruh kawasan.
Prinsip Desain
Jasa Arsitek Kami Mempunyai Filosofi di Balik Setiap Detail
Secara keseluruhan, pendekatan desain Arsigriya untuk proyek Bapak Budi berangkat dari tiga prinsip.
Kontinuitas Budaya
Penggunaan atap joglo, tajug, dan limasan sebagai representasi arsitektur Nusantara yang relevan dengan konteks pesantren.
Kenyamanan Iklim Tropis
Serambi terbuka, ventilasi silang, dan orientasi bangunan yang memaksimalkan udara serta cahaya alami.
Hierarki Ruang yang Jelas
Dari gapura yang megah, bangunan induk yang sakral, hingga asrama yang privat dan hangat — setiap zona berkarakter namun tetap menyatu.
