Pada kali ini Arsigriya Arsitek mendapatkan projek sebuah bangunan pendopo dengan basement yang berada dibawahnya. Projek tersebut datang dari klien kami yang bernama Pak Syukuri yang berlokasi di Kalimantan Selatan. Fungsi dari bangunan pendopo ini sebagai ruang tunggu / singgah bagi tamu yang akan berkunjung di kediaman utama sedangkan untuk basement ini berfungsi sebagai ruang istirahat untuk ajudan-ajudan pribadi dari owner. Pendopo ini berada di tengah area dan dikelilingi oleh bangunan-bangunan pendukung di atas lahan seluas 6 hektar. Untuk ukuran dari pendopo itu sendiri yaitu 16x16m.
Untuk area pendopo sendiri hanya diperuntukkan sebagai ruang tamu, sedangkan basement terdiri dari beberapa ruang yang disesuaikan dengan total luasan bangunan yaitu 256 m2 dengan ruang antara lain, 1 kamar tidur utama, 4 kamar tidur dengan kamar mandi dalam, ruang santai, ruang makan , dapur, dan 2 kamar mandi luar. Akses untuk menuju ke basement berada di dalam pendopo yaitu di sebelah belakang dan tertutup dengan gebyok dengan tinggi 1 meter.
This time, Arsigriya Architects got a project for a pavilion building with a basement underneath. The project came from our client named Mr. Syukuri who is located in South Kalimantan. The function of the pavilion building is as a waiting/stop room for guests who will visit the main residence, while the basement functions as a resting room for the owner’s personal aides. This pavilion is in the middle of the area and is surrounded by supporting buildings on an area of 6 hectares. The size of the pavilion itself is 16x16m.
The pavilion area itself is only intended as a living room, while the basement consists of several rooms adapted to the total area of the building, namely 256 m2 with space including 1 master bedroom, 4 bedrooms with en-suite bathrooms, lounge, dining room, kitchen , and 2 outdoor bathrooms. Access to the basement is inside the pavilion, which is on the back and covered with a gebyok 1 meter high.
Tinggi lantai pendopo dari muka tanah adalah 1 meter dan diberi akses tangga, dengan penghitungan anak tangga secara hitungan jawa yaitu kita gunakan 6 anak tangga yang menurut filosofi akan mendapatkan kebaikan. Diantara lantai pendopo dan muka tanah ada sebidang dinding yang kita fungsikan sebagai pencahayaan dan penghawaan alami untuk basement agar tidak terlalu gelap dan pengap dengan menggunakan jendela kaca dengan model seperti boven pada kamar mandi. Selain itu juga dikombinasi dengan bata ekspose agar terlihat lebih natural dan cocok dengan bangunan pendopo diatasnya.
Struktur pendopo menggunakan bahan full kayu dan hanya ada sedikit beton sebagai pondasi umpak pada soko guru di bagian pendopo. Sedangkan untuk basement menggunakan struktur beton bertulang yang mengelilingi seluruh dinding luar pada basement, dinding beton juga berfungsi sebagai penahan tanah dan juga agar meminimalisir adanya rembesan air tanah yang akan menyebabkan dinding menjadi basah dan lembab. Penggunaan dinding beton juga akan sangat mempengaruhi besaran pengeluaran yang akan dikeluarkan.
Untuk pencahayaan di luar pendopo kami menggunakan lampu hias yang berada di bawah lantai pendopo dan menempel pada dinding yang berbentuk seperti kolom-kolom bangunan, dengan menggunakan bahan beton dan diberi lubang di tengah yang nantinya akan ditutup menggunakan acrylic agar memudahkan dalam perawatan, cover lampu hias tersebut juga digunakan sebagi penguat dari topi-topi yang berada di atasnya.
The height of the floor of the pavilion from the ground is 1 meter and access is given by stairs, by calculating the steps according to Javanese calculations, namely we use 6 steps which according to philosophy will get goodness. Between the floor of the pavilion and the ground level, there is a wall which we function as natural lighting and ventilation for the basement so it is not too dark and stuffy by using a glass window with a model like a shower in the bathroom. Besides that, it is also combined with exposed bricks to make it look more natural and match the pavilion building above it.
The structure of the pavilion uses full wood and there is only a small amount of concrete as the foundation for the teacher’s pillar in the pavilion. Whereas the basement uses a reinforced concrete structure that surrounds all the outer walls of the basement, the concrete wall also functions as a retaining ground and also to minimize groundwater seepage which will cause the walls to become wet and damp. The use of concrete walls will also greatly affect the amount of expenses that will be incurred.
For lighting outside the pavilion we use decorative lights that are under the floor of the pavilion and attached to walls that are shaped like building columns, using concrete material and given a hole in the middle which will later be covered with acrylic to make it easier to maintain, decorative lamp covers it is also used as a reinforcement of the hats above it.
