Rumah 2 Lantai Bapak Danang – Yogyakarta
Rumah 2 Lantai Bapak Danang – Yogyakarta
Arsigriya Arsitek_Arsitek Yogyakarta_Desain Rumah Minimalis Tropis_Bapak Danang_1
Arsigriya Arsitek_Arsitek Yogyakarta_Desain Rumah Minimalis Tropis_Bapak Danang_3
Arsigriya Arsitek_Arsitek Yogyakarta_Desain Rumah Minimalis Tropis_Bapak Danang_5
Arsigriya Arsitek_Arsitek Yogyakarta_Desain Rumah Minimalis Tropis_Bapak Danang_2
Arsigriya Arsitek_Arsitek Yogyakarta_Desain Rumah Minimalis Tropis_Bapak Danang_4
Arsigriya Arsitek_Arsitek Yogyakarta_Desain Rumah Minimalis Tropis_Bapak Danang_6

Rumah Bapak Danang dengan Konsep Minimalis Tropis

 

Rumah Bapak Danang ini terletak di Nitikan, Umbulharjo, Yogyakarta. Rumah ini memiliki luas lahan 13×11,4m. Rumah ini terdiri dari dua lantai dengan masing-masing kebutuhan ruang. Untuk lantai satu, terdapat ruang-ruang antara lain: ruang tamu, ruang tidur tamu, ruang tidur ART, kamar mandi, ruang makan, dan dapur. Sedangkan untuk ruang tidur utama, ruang tidur anak, kamar mandi, ruang jemur, serta ruang keluarga berada dilantai dua. Pembagiaan ruang antara lantai satu dengan lantai dua dapat terlihat dengan jelas, dimana pada lantai satu merupakan zonasi publik, sedangkan untuk dilantai dua yaitu termasuk kedalam zonasi privat.

Konsep eksterior rumah ini mengusung konsep Rumah Minimalis Tropis, dimana ciri khas dari desain rumah minimalis tropis ini terlihat jelas dengan adanya penggunaan atap genteng bubungan tinggi dan pemilihan material berwarna hangat pada corak kayu dan batu alam pada dinding sebagai aksen dari finishing fasad depan rumah minimalis tropis.

Pada gambar 3D visualisasi ini terlihat jelas penggunaan material kayu pada balkon lantai dua dengan penambahan aksen besi cutting yang berfungsi sebagai doubleskin fasad bangunan sehingga bangunan rumah ini tidak langsung terkena panas matahari. Selain itu, penggunaan besi cutting terlihat juga pada pagar bangunan. Pemilihan motif besi cutting pada pagar hampir sama dengan besi cutting pada balkon hanya saja pada pagar lebih tertutup karena pemilik rumah menginginkan bagian garasi dan teras lantai satu tidak terlihat langsung dari luar. Selain itu kolom-kolom pada pagar terdapat aksen relief batu paras jogja yang bertujuan untuk memberi kesan alam pada bangunan ini dengan didukung dengan dinding pagar yang unfinished.

Pada bagian lantai dua, rumah ini terdapat balkon yang langsung menghadap kearah belakang rumah dengan void langsung diatas taman, sehingga pertukaran udara antara lantai satu dan lantai dua bagian belakang ini menjadi lebih baik. Selain itu, pada balkon belakang dibuat terbuka dengan didukung oleh pemilihan pintu dan jendela yang serba kaca sehingga pencahayaan langsung dapat masuk kedalam rumah, sehingga dapat menghemat energi listrik pada rumah ini.

Mr. Danang’s House with Tropical Minimalist Concept

 

Mr. Danang’s house is located in Nitikan, Umbulharjo, Yogyakarta. This house has a land area of 13×11.4m. This house consists of 2 floors with each space requirement. For the first floor there are spaces including: living room, guest bedroom, maid’s bedroom, bathroom, dining room, and kitchen. Meanwhile, for the master bedroom, child’s bedroom, bathroom, laundry room, and family room on the second floor. The divided space between the first floor and the second floor can be seen clearly, where on the first floor is the public zone while the second floor is entered into the private zone.

The exterior concept of this house is carrying Tropical Minimalist House, where the distinctive features of this tropical minimalist home design are evident with the use of high roofs and the selection of warm colored materials on wood and natural stone patterns on the walls as accents of minimalist home facades tropical.

In this 3D visualization, you can clearly see the use of wood material on the second floor balcony with the addition of cutting iron accents that function as doubleskin on the facade of the building so that the building is not directly exposed to the sun’s heat. In addition, the use of cutting iron can also be seen in building fences. The selected of cutting iron motifs on the fence is almost the same as cutting iron on the balcony, except that the fence is more closed because the Mr. Danang wants the garage and terrace on the first floor not to be seen directly from the outside. In addition, the columns on the fence are accented with Jogja sandstone reliefs which aim to give the building a natural impression supported by an unfinished fence wall.

On the second floor of the house there a balcony that directly faces the back of the house with void directly above the park, so that the air exchange between the first and second floors on the back is better. In addition, the rear balcony is made open, supported by the selection of glass doors and windows so that direct lighting can enter the house, so that it can save electrical energy on this house.