Cafe Mini Coworking Space 2 Lantai – Bantul, Yogyakarta
Cafe Mini Coworking Space 2 Lantai – Bantul, Yogyakarta
Arsigriya Arsitek_Arsitek Jogja_Desain Cafe_Bapak Seto_1
Arsigriya Arsitek_Arsitek Jogja_Desain Cafe_Bapak Seto_2
Arsigriya Arsitek_Arsitek Jogja_Desain Cafe_Bapak Seto_3
Arsigriya Arsitek_Arsitek Jogja_Desain Cafe_Bapak Seto_4
Arsigriya Arsitek_Arsitek Jogja_Desain Cafe_Bapak Seto_5
Arsigriya Arsitek_Arsitek Jogja_Desain Cafe_Bapak Seto_6
Arsigriya Arsitek_Arsitek Jogja_Desain Cafe_Bapak Seto_7
Arsigriya Arsitek_Arsitek Jogja_Desain Cafe_Bapak Seto_9

Sekarang banyak cafe yang fungsinya tidak hanya sebagai tempat untuk menikmati kopi dan camilan saja, tetapi bisa juga menjadi tempat untuk mahasiswa atau anak-anak muda menyelesaikan tugas atau pekerjaannya. Kali ini, kami Arsigriya Arsitek memiliki kesempatan untuk menciptakan desain mini coworking space yang unik di lahan yang sangat terbatas milik Bapak Seto di Kasihan, Bantul, Yogyakarta. Dalam artikel ini, kami akan mengungkapkan bagaimana kami mengolah lahan yang sangat terbatas ini menjadi sebuah mini coworking space yang menarik dan nyaman untuk para pengunjung.

 

Lokasi lahan yang tepat berada di tepi jalan ringroad selatan kota Yogyakarta ini menjadikan lahan ini menjadi lokasi ideal untuk proyek mini coworking space. Luas lahan ini hanya sekitar 26 m2, yang artinya ini nanti akan menjadi tantangan bagi tim Arsigriya dalam mendesain. Bapak Seto memiliki keinginan untuk mengubah lahan terbatas ini menjadi sebuah cafe/mini coworking space yang bisa digunakan para mahasiswa atau anak muda untuk sekedar mengerjakan tugas dengan suasana baru.

 

Untuk mencukupi kebutuhan ruang yang diinginkan oleh klien, kami membuat bangunan ini menjadi 2 lantai dengan luasan total bangunan sekitar 41m2. Adapun kebutuhan ruang pada lantai 1 terdiri dari ruang indoor, outdoor, toilet, kitchen dan kasir yang menjadi satu. Sedangkan pada area lantai 2 hanya terdapat ruangan kerja indoor saja. Kemudian ada yang unik pada pembagian zoning pada bangunan ini, karena toilet dibuat terpisah dari bangunan utama agar tidak menganggu aktivitas/kegiatan pada bangunan utama.

 

Bangunan ini memiliki eksterior yang mencolok dengan aksen miring pada lantai 2 untuk menambah estetika dan juga berfungsi sebagai akses angin ketika jendela dibuka. Aksen ini ditambahkan agar menghindari kesan monoton dari bentuk bangunan yang kaku, menciptakan titik fokus menarik. Penggunaan warna-warna netral seperti abu-abu, coklat, dan hitam digunakan untuk memberi kesan nyaman pada bangunan ini. Warna-warna tersebut sangat cocok dipadukan dikarenakan warnanya yang tidak telalu kontras dan membuat kesan bangunan terlihat simpel dan elegan.