NASI KAPAU
Kedai Pak Ciman
Pada kesempatan ini tim ArsiGriya berkesempatan untuk mendesain Kedai Pak Ciman yang berlokasi di Bandung, tepatnya di Jl. Mertadinata, Bandung. Bangunan sebelumnya merupakan bangunan heritage. Maka pada desain kali ini tim ArsiGriya tetap mempertahankan beberapa komponennya agar tetap menyesuaikan dengan konsepnya dengan mempertimbangkan bangunan existing yang ada disamping, mulai dari proporsi kolom, warna yang tetap menyesuaikan dengan bangunan yang berada di samping.
Dari segi konsep pada briefing awal antara tim dan owner konsep pada desain ini yaitu classic dengan nuansa putih dan bersih. Untuk pemilihan warna cat kita sesuaikan dengan konsep classic dan juga menyesuaikan dengan bangunan sebelumnya. Pemilihan warna hitam pada jendela dan kusen agar warna terlihat lebih kontras. Pemilihan jendela yang besar dan juga banyak bukaan dikarenakan bangunan ini akan merupakan restoran dengan tujuan untuk menarik pengunjung datang.
Pertimbangan memlilih lantai granit menambah nuansa agar lebih terlihat mewah. Dengan ukuran 60x60cm berwarna hitam doff yang menyatu dengan komposisi bangunannya, dibagian dalam ada beberapa area lantai dengan warna yang berbeda dengan tujuan pemisah antar ruang. Pemilihan ukiran juga ditentukan oleh owner dan juga tim pada briefing awal. Jadi kami menetapkan untuk menggunakan pola geometris dengan menggunakan bahan GRC.
Area bagian depan yaitu area regular, di area tersebut tersedia meja dan juga tempat duduk dan kapau. Pemilihan pintu dan jendela lengkung agar terlihat lebih indah dari segi estetikanya dan tetap mempertahankan nuansa heritage. Pada bagian ceiling memiliki tinggi 2,8m menggunakan material bahan gypsum dengan finishing warna putih dan hitam agar sesuai dengan konsep interior. Pada ceiling juga dibuat bersekat-sekat untuk menyesuaikan area eksterior. Pada dinding kita gunakan wall covering granit dengan motif marmer warna hitam.
Untuk interior menggunakan warna dominan putih yang dikombinasikan dengan warna hitam. Untuk kursi menggunakan bahan besi lalu untuk meja menggunakan motif marmer dengan warna putih dengan penyangga besi berwarna hitam dengan mempertimbangkan sisi ke awetan dan juga terlihat lebih mewah dan elegan. Untuk penempatan area meja dan kursi juga menggunakan sirkulasi dengan mempertimbangkan jarak dan kapasitas pengunjung restoran agar menghindari area crowded apabila dengan sirkulasi sempit sehingga pengunjung tidak merasa nyaman.
Penggunaan lampu dengan ukuran kecil yaitu dengan mempertimbangkan jarak dan plafond yang tergolong tidak terlalu tinggi jadi sebisa mungkin tidak memberikan ornament lampu hias yang kemungkinan akan mengganggu sirkulasi di area VIP. Peletakan AC pada satu sisi dengan memperhitungkan besaran AC (PK) yang sudah kami perhitungkan dan memutuskan untuk menggunakan 2 AC dengan peletakan satu sisi agar mempermudah maintenancenya. Selain mempertimbangkan keindahan dan estetikanya kami juga mempertimbangkan secara fungsional, yang juga akan membantu dan mempermudah bagian maintenance.
Pada bagian depan terdapat area bar, area spot foto, area kapau. Untuk beberapa spot area memiliki kegunaannya masing-masing. Pada area depan digunakan sebagai area saji dan untuk dapurnya berada di belakang area saji. Dan juga terdapat exhaust karena pada konsep Kedai Pak Ciman memiliki masakan yang selalu disajikan dalam keadaan fresh dan panas jadi fungsi exhaust untuk meminimalisir ketika pada penyajian makanan panas yang akan mengeluarkan uap dan juga keperluan untuk live cooking. Material di area kapau menggunakan bahan acrylic dengan motif marmer warna hitam agar terlihat menyatu dengan konsep interior.
NASI KAPAU
Mr. Ciman’s Shop
On this occasion the ArsiGriya team had the opportunity to design “Kedai Pak Ciman” which located in Bandung, precisely on Jl. Mertadinata, Bandung. The previous building was a heritage building. So in this design, the ArsiGriya team retained several components so that they still fit the concept by considering the existing building next to it, starting from the proportions of the columns, the color still adapts to the building next to it.
In terms of concept, in the initial briefing between the team and the owner, the concept for this design was classic with a white and clean feel. For the choice of paint color, we adjust it to the classic concept and also adapt it to the previous building. Choose black on the windows and frames so that the color looks more contrasting. The choice of large windows and lots of openings is because this building will be a restaurant with the aim of attracting visitors.
The consideration of choosing a granite floor adds a nuance to make it look more luxurious. With a size of 60x60cm, matte black which blends with the composition of the building, inside there are several floor areas with different colors to separate the spaces. The choice of carving is also determined by the owner and the team at the initial briefing. So we decided to use a geometric pattern using GRC material.
The front area is the regular area, in this area there are tables and also seating and chairs. Choosing curved doors and windows to make them look more beautiful in terms of aesthetics and still maintain a heritage feel. The ceiling is 2.8m high using gypsum material with white and black finishing to match the interior concept. The ceiling is also made of partitions to adjust the exterior area. On the walls we use granite wall covering with black marble motif.
For the interior, the dominant color is white combined with black. The chairs use iron, then the table uses a white marble motif with a black iron support, taking into account its durability and also looks more luxurious and elegant. For the placement of table and chair areas, circulation is also used by considering the distance and capacity of restaurant visitors to avoid crowded areas if the circulation is narrow so that visitors do not feel comfortable.
The use of small lamps means taking into account the distance and the ceiling which is not too high, so as far as possible do not provide decorative lighting ornaments which are likely to disrupt circulation in the VIP area. Placing the AC on one side takes into account the size of the AC (PK) which we have calculated and decided to use 2 ACs with placement on one side to make maintenance easier. Apart from considering beauty and aesthetics, we also consider functionality, which will also help and make maintenance easier.
At the front there is a bar area, photo spot area, kapau area. Some spot areas have their respective uses. The front area is used as a serving area and the kitchen is behind the serving area. And there is also an exhaust because the “Kedai Pak Ciman” concept has food that is always served fresh and hot, so the exhaust function is to minimize serving hot food which will emit steam and also the need for live cooking. The materials in the Kapau area use acrylic material with a black marble motif so that it looks integrated with the interior concept.
